PANTI SEJAHTERA LOCAL
Komoditas perusahaan saya adalah sebuah
produk yang mengangkat bahan makanan berasal dari daerah sendiri yaitu ubi
talas, singkong, ubi ungu, dan pisang.
Kenapa saya hanya memakai bahan – bahan lokal saja? karena saya ingin
mengangkat nilai jual dari produk lokal sehingga dapat terkenal dan di akui di
semua kalangan maupun daerah. Produk yang akan kami buat di anataranya adalah
stik talas, kripik talas, kripik singkong, tepung singkong, kripik ubi ungu,
tepung ubi ungu, kripik pisang, bakpia pisang. Produk yang akan kami unggulkan
di sini adalah kripik talas, kripik singkong, dan bakpia pisang, karena produk
– produk seperti di atas telah mempunyai image yang bagus di pasaran. Apalagi
untuk bakpia, bakpia merupakan makanan khas provinsi Yogyakarta. Namun di sini
saya ingin menginovasi isi bakpia tersebut dengan menggunakan pisang. Pisang
yang akan saya gunakan adalah pisang pilihan, dengan syarat utama tanpa isi,
dan rasanya tidak sepet. Untuk kripik nya sendiri, saya hanya akan menambahkan
suatu rasa saja seperti balado, sapi panggang, atau yang lainnya. Untuk warna
tetap akan menggunakan warna asli dari kunyit yaitu warna kuning.
Adapun
beberapa ulasan tentang bahan baku tersebut, yaitu:
-
Talas
Talas
atau talas bogor (Colocasia giganteum Hook., suku
talas-talasan atau Araceae) merupakan tumbuhan penghasil umbi, populer ditanam
terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Talas mirip dengan taro namun menghasilkan umbi yang lebih besar.
Daun talas
berbentuk perisai
yang besar. Daun ini dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan.
Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya kedap air
karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun. Daunnya juga
sebagai pakan ikan gurame.
Umbi talas
dapat diolah dengan dikukus, direbus, atau digoreng setelah dipotong-potong
kecil. Daun talas dapat dipakai sebagai pembungkus. Daun talas juga dapat
dimakan dan dijadikan pembungkus makanan yang dikenal sebagai buntil.
-
Singkong
Ketela
pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima)
adalah perdu
tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae.
Umbinya dikenal luas
sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat
dan daunnya sebagai sayuran.
Umbi singkong
dapat dimakan mentah. Kandungan utamanya adalah pati dengan sedikit glukosa sehingga
rasanya sedikit manis. Pada keadaan tertentu, terutama bila teroksidasi, akan
terbentuk glukosida racun yang selanjutnya
membentuk asam sianida (HCN). Sianida ini akan memberikan rasa
pahit. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per
kilogram umbi segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit.
Proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar racun.
Kandungan gizi singkong per 100 gram
meliputi:
·
Kalori 121 kal
·
Air 62,50 gram
·
Fosfor 40,00 gram
·
Karbohidrat 34,00 gram
·
Kalsium 33,00 miligram
·
Vitamin C 30,00 miligram
·
Protein 1,20 gram
·
Besi 0,70 miligram
·
Lemak 0,30 gram
·
Vitamin B1 0,01 miligram
-
Ubi
ungu
Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.)
adalah sejenis tanamanbudidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi
dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi
jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.
Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih diperdebatkan,Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal
muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar
menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke
Asia. Proposal ini banyak ditentang karena bertentangan dengan fakta-fakta
klimatologi dan antropologi.
Ubi jalar ungu biasanya dipandang sebagai makanan yang kampungan atau ndeso.
Walaupun makanan ndeso dan kampungan banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari ubi ini,
bahkan sangat jauh dari makanan modern sekarang ini ( fast food).
Ubi jalar ungu mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn
rata-rata 20%. Dia juga merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori yang
cukup tinggi. Ditambah dengan sumber vitamin dan mineral, vitamin yang
terkandung dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C, thiamin (vitamin B1),
dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar diantaranya adalah zat besi
(Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca).
Kandungan lainnya adalah protein, lemak, serat kasar
dan abu. Total kandungan pigmen warna ungu ( antosianin ) bervariasi pada
setiap tanaman dan berkisar antara 20 mg/100 g sampai 600 mg/100 g berat basah.
Total kandungan antosianin ubi jalar ungu adalah 519 mg/100 g berat basah.
o antosianin pada ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat menyerap
polusi udara, oksidasi dalam tubuh dan menghambat penggumpalan darah
sehingga kesehatan aliran darah lebih lancar.
o kandungan betakaroten, vit E dan C
bermanfaat sebagai antioksidan pencegah kanker dan beragam penyakit
kardiovaskuler.
o serat dan pektin dalam ubi ungu sangat baik untuk mencegah gangguan
pencernaan seperti wasir, sembelit hingga kanker kolon.
o antosianin ubi ungu juga memiliki fungsi fisiologis misal
antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap
kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke.
o kandungan aktif zat selenium dan iodin dua puluh lebih tinggi dari pada ubi
lainnya, sehingga ubi jalar ungu dapat menjadi anti kanker.
o ubi ungu memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali
lebih tinggi dari pada beberapa varietas "blueberry"
o selain itu dapat dijadikan sebagai sumber kabohidrat bagi tubuh dan sebagai
pewarna makanan yang alami.
-
Pisang
Pisang adalah nama
umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun
menjari, yang disebut sisir.
Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga,
merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan
merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.
Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai
untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas pisang penghasil buah konsumsi
serta kerabatnya yang berkaitan.
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100
gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua
kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya
mengandung 54 kalori.
Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat
dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi,
biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau
istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.
Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah
tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan
kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang
dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu
tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat
baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.
Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari
fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan
glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih
lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa
kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga
aktivitas secara biologis juga menurun.
Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa
glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan
baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut
terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan
glukosa sangat terbatas keberadaannya.
Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber
karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di
saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang
cepat tersedia untuk aktivitas biologis.
Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang
bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski
demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang
hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi
pisang dalam jumlah banyak.
Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor,
kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral
pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh.
Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram
dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan
0,1 mg seng untuk berat 100 gram.
Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A,
yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel
hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).
Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5
mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam
metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein,
khususnya serotonin.Serotonin diyakini
berperan aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.
Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang
berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan
energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.
2
Penanganan kualitas
Karena
ini masih home industri, Saya hanya mengontrol pada saat bahan baku datang
bagaimanakah kondisinya, bagaimanakah kondisi dari bahan baku tersebut,
bagaimana kah ukurannya ( disini terjadi proses sortasi dan gradding ),
bagaimana mutu bahannya, dan lain – lain. Sehingga dari proses tersebut bisa
menggolongkan bahan yang bermutu baik sendiri, bahan yang bermutu sedang, dan bahan
yang bermutu jelek.
Berikut
beberapa kriterianya :
-
Bahan bermutu baik
o
Talas :
§ Cacat
tidak boleh dari 25%
§ Yang
memiliki tunas kecil
§ Kondisi
visual yang bagus
o
Singkong
§ Cacat
tidak boleh lebih dari 30%
§ Kondisi
visual yang bagus
§ Tidak
terlalu tua
§ Tidak
terdapat bagian kayu
o
Ubi ungu
§ Cacat
tidak boleh lebih dari 20%
§ Ukuran
tidak terlalu besar
§ Kondisi
visual yang bagus
o
Pisang
§ Masih
muda ( untuk kripik )
§ Setengah
matang ( untuk isi bakpia )
§ Tanpa
biji
§ Rasanya
tidak sepet
-
Bahan bermutu sedang
o
Talas
§ Cacat
sekitar 30-40%
§ Tidak
memiliki tunas muda
§ Sedikit
bagian yang busuk sekitar 10%
o
Singkong
§ Cacat
sekitar 35-45%
§ Bagian
kayunya 20%
o
Ubi ungu
§ Cacat
sekitar 25%
§ Tidak
ada bagian yang busuk
o
Pisang
§ Kripik
: setengah matang
§ Isi
bakpia : matang 75%
-
Bahan yang bermutu jelek
o
Talas
§ Cacat
50%
§ Busuk
20%
§ Tidak
memiliki tunas
§ Bagian
tidak utuh
o
Singkong
§ 50%
bagian kayu
§ Cacat
o
Ubi ungu
§ Bagian
tidak utuh
§ Busuk
§ Cacat
o
Pisang
§ Kripik
: matang 75%
§ Isi
bakpia : matang 100%
3
Instalasi pengolahan limbah
Limbah
berwujud padat yaitu kulit dari talas, singkong, ubi ungu, dan pisang serta
bagian – bagian yang busuk dari bahan baku. Limbah tersebut nanti akan di
jadikan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Pupuk tersebut tidak di olah oleh
saya sendiri, namun saya bekerja sama dengan orang yang bisa membuat pupuk
organik dengan saya menyediakan bahan bakunya, dan mereka yang mengolah
prosesnya. Pupuk ini sangat baik untuk tanaman karena bahan – bahannya alami
dan memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap untuk tanaman.
4
Perekrutan pegawai
Saya
tidak menentukan jenjang pendidikan untuk pegawai saya, namun ada beberapa
kriteria yang harus terpenuhi, yaitu :
-
Bertanggung jawab
Ini
sangat di perlukan pada saat bekerja, karena saat di melakukan pekerjaan
tersebut dia harus mampu bertanggung jawab dengan semua yang telah dia kerjakan
-
Ulet
Pekerja
ulet akan menghasilkan produk yang memuaskan sehingga hasil produk yang
memuaskan tersebut akan memberi sensai kesan yang berbeda untuk konsumen
-
Pekerja keras
Sifat ini harus di miliki untuk mencapai
tujuan tertentu, karena untuk mencapai titik teratas haruslah kerja keras
-
Amanah
Sifat ini adalah sifat yang paling sulit
untuk di cari. Karena tidak semua orang memilikinya. Sifat ini sangat
berhubungan erat dengan bertanggung jawab. Sifat ini akan sangat berguna di
saat saya tidak dapat memantau kerja mereka, sehingga apabila pekerja memiliki
sifat tersebut akan lebih mudah untuk menaruh kepercayaan
-
Jujur
Jujur juga ada kaitanyan dengan sifat
amanah, dan bertanggung jawab. Karena ketiga sifat tersebut adalah satu
kesatuan sehingga dapat terbentuk yang namanya kepercayaan
Adapun juga beberapa jabatan yang harus
di isi meliputi :
o
Marketing : minimal lulusan smk jurusan marketing,
jujur, ulet, dan bertanggung jawab
o
Pembuatan atau produksi : minimal sma, jujur, ulet, pekerja keras,
bertanggung jawab
o
Pengontrol bahan datang : minimal smk jurusan teknik pangan, ulet,
jujur, dan bertanggung jawab
o
Pengawas : memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun.
5
Produk hasil olah dan sasaran pemasaran
-
Produk hasil olah
o
Stik talas
o
Kripik talas
o
Kripik singkong
o
Tepung singkong
o
Kripik ubi ungu
o
Tepung ubi ungu
o
Kripik pisang
o
Bakpia pisang
-
Sasaran pemasaran
o
Daerah sekitar
o
Pengunjung daerah sekitar
o
Luar kota
6 Sistem pemasaran produk
Sistem
pemasaran yang kami lakukan adalah dengan memenuhi pesanan dari buyer atau
pelanggan, kemudian kita distribusikan kepada mereka dengan memberi kebijakan
tertentu agar pelanggan tidak lari dari kita sehingga pemasaran dapat berjalan
dengan baik.
0 comments:
Post a Comment