Thursday, January 23, 2014


PT. EKA TIMUR RAYA
1.      Koimoditas perusahaan tempat prakerin PT.EKA TIMUR RAYA
Komoditas perusahaan PT.EKA TIMUR RAYA adalah jamur dalam kaleng, sirsak dalam kaleng, daun papaya dalam kaleng, sayur lodeh dalam kaleng, cincau dalam kaleng,. Banyak komoditas yang di produksi di pabrik. Namun pada intinya hanya memproduksi makanan dalam kaleng. Produk utamanya hanya jamur dalam kaleng. Jamur yang digunakan adalah jamur kancing, dan bentuknya kecil-kecil.

2.      Penganan quality control perusahaan PT.EKA TIMUR RAYA
-          Quality control raw material
Quality control raw material bertugas menerima jamur datang dan mengambil sampel untuk di uji. Pengujiannya meliputi brown spot, diameter, kerusakan, dan lain-lain. Tugas nya jyuga bukan hanya mengujia saja, akan tetapi juga mengecek kadar klorin pada air washer, mengecek kematangan, mengecek ph.
-          Quality control semi produk
Tugasnya adalah mengontrol keadaan pada saat penimbangan dengan ketentuan net weight tertentu, mengontrol isi dan mutu pada produk, mengecek komposisi pada isi produk dengan standar tertentu.
-          Quality control seamer
Quality control seamer merupakan line yang penting, karena proses seaming  merupakan proses ccp. Tugasnya adalah mengontrol double seam, mengontrol central suhu pada produk setelah di exhausting, mengontrol suhu IT sebelum melakukan proses steriliusasi.
-          Quality control can drying
Quality control can drying mengambil sample untuk laboratorium yang nantinya akan di gunakan untuk pengecekan atau pengujian lebih lanjut. Dan juga melakukan pengontrolan pada kerusakan setelah proses sterilisasi sehingga tidak terjadi kesalahan pada saat pelabelan karena nbanyak produk yang rusak yang masuk radar observasi
-          Quality control finnish good storage
Quality control FGS bertugas untuk menlakukan pengontrolan terhadap pelabelan pada produk, sehingga produk akan terlabel dengan label yang tepat, rapi. Adalagi tugasnya yaitu melakukan staffing distribusi produk untuk di pasarkan.
-          Quality control warehouse
Bertugas untuk mengontrol dan mengecek barang – barang yang baru datang ssebelum masuk dan di simpan pada gudang. Sehingga barang yang tersimpan tersebut benar-benar telah lolos uji, dan layak di gunakan.
-          Quality control laboratorium
Bertugas untuk menguji produk yang kemarin di produksi, dan melakukan inkubasi, kemudian setelah itu melakukan uji mite dan maggot. Dan setelah itu melakukan  penentuan status.


3.      INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) didasarkan atas :
a.       Karakteristik air limbah
b.      Volume buangan air limbah
c.       Sistem yang dipakai dalam pengolahan
d.      Outlet hasil pengolahan dan sludge handling
Pengawasan terhadap mutu pengolahan air limbah terdiri dari :
a.       Analisa influent dan effluent
b.      Analisa kondisi lumpur aktif


Karakteristik air limbah di PT EKA TIMUR RAYA, bila ditinjau dari hasil analisanya termasuk dalam kategori limbah cair organic.Hal ini tampak pada kandungan beberapa parameter logamnya. Data data parameter yang significan antara lain :
pH                                                              : 6.28
COD (chemical oksigen demand)                : 890 ppm
BOD (biological oksigen demand)               : 370,8 ppm
TDS (total dissolved solid)                          : 1548 ppm
Detergent                                                   : 2.8 pp


Volume buangan limbah cair
Volume buangan limbah cair yang dihasilkan berasal dari kegiatan pengolahan jamur yang dikelola oleh PT EKA TIMUR RAYA sebesar 24300 m3/bulan atau setara 810m3/hari. Jumlah air buangan tersebut berasal dari :
-          Proses pencucian jamur dari hasil panen pembenihan
-          Proses pemanasan jamur
-          Proses pembersihan peralatan yang habis digunakan
Sistem yang dipakai pada instalasi pengolahan air limbah di PT EKA TIMUR RAYA
-          Pengolahan fisika (physical treathment)
-          Pengolahan biologi (biological treathment)
Untuk mengaplikasikan sistem fisika-biologi tersebut, diperlukan beberapa instalasi sebagai berikut :
-          Alat penyaring kasar (bar screen)
Alat penyaring kasar ini bertujuan untuk menyaring air dari limbah padat seperti sisa-sisa jamur atau daun yang terikut dalam aliran air.Alat penyaring kasar disini berupa kawat kasa untuk menjebak limbah padat.
-          Bak equalisasi/bak pengendap limbah
Equalisasi bukan merupakan suatu proses pengolahan limbah tetapi merupakan suatu cara / teknik untuk meningkatkan efektivitasdari proses pengolahan selanjutnya. Keluaran dari bak equalisai adalah parameter operasional bagi unit pengolahan selanjutnya seperti flow, level/derajat kandungan polutan, temperature, padatan dan sebagainya.

Kegunaan dari equalisasi adalah :
a.       Membagi dan meratakan volume pasokan (influent) untuk masuk pada proses treatment
b.      Meratakan variable dan fluktuasi dari beban organic untuk menghindari shock loading pada system pengolahan biologi.
c.       Meratakan pH untuk meminimalkan kebutuhan chemical pada proses netralisasi.
d.      Meratakan kandungan padatan untuk meminimalkan kebutuhan chemical pada proses koagulasi dan flokulasi.
Sehinggadilihat dari fungsinya tersebut, unit bak equalisasi sebaiknya dilengkapi dengan mixer, atau secara sederhana konstruksi/peletakan dari pipa inlet dan outlet diatur sedemikian rupa sehingga menimbulkan efek turbulensi. Idealnya pengeluaran (discharge) dari equalisasi dijaga konstan selama periode 24 jam, biasanya dengan cara pemompaan maupun cara lain yang memungkinkan.

-          Bak aerasi (aeration tank)
Aerasi merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kontak antara udara dengan air. Pada prakteknya, proses aerasi terutama bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi oksigen didalam air limbah. Peningkatan konsentrasi oksigen di dalam air ini akan memberikan berbagai manfaat dalam pengolahan limbah.
Proses aerasi sangat penting terutama pada pengolahan limbah yang proses pengolahan biologinya memanfaatkan bakteri aerob. Dengan tersedianya oksigen yang mencukupi selama proses biologi, maka bakteri-bakteri tersebut dapat bekerja dengan optimal. Hal ni akan bermanfaat dalam penurunan konsentrasi zat organic di dalam air limbah. Selain diperlukan untuk proses metabolism bakteri aerob, kehadiran oksigen juga bermanfaat untuk proses oksidasi senyawa-senyawa kimia di dalam air limbah serta untuk menghilangkan bau. Aerasi dapat dilakukan secara alami, difusi maupun mekanik
Aerasi alami merupakan kontak antara air dan udara yang terjadi karena pergerakan air secara alami. Baberapa metode yang cukup popular digunakan untuk meningkatkan aerasi alami antara lain menggunakan cascade aerator, waterfalls, maupun cone tray aerator
Pada aerasi secara difusi, sejumlah udara dialirkan kedalam air limbah melalui diffuser. Udara yang masuk kedalam air limbah nantinya akan berbentuk gelembung-gelembung
Aerasi secara mekanik menggunakan proses pengadukan dengan suatu alat sehingga memungkinkan terjadinya kontak antara air dengan udara.
-          Bak pengendap akhir (clarifier)
-          Bak pengering lumpur (drying beds)



URAIAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
Sistem Fisika
Limbah cair yang akan di olah masuk ke dalam bar screen (ada 2 tempat), akan dilakukan pemisahan dari floating materialnya terhadap limbah cair. Limbah yang berasal dari bar screen sudah bebas dari floating material akan masuk ke bak pengendap pertama (bak equalisasi). Di bak pengendap ini adanya zat zat yang mudah mengendap (seatable solid) akan mengendap dalam waktu 8 jam. Endapan/lumpur yang terbentuk akan di pompa dan dikeringkan dibak pengering lumpur, sementara limbah cairnya masuk ke pengolahan kedua, yaitu prose biologis.

Sistem Biologi
Pada pengolahan kedua ini, limbah cair diuraikan oleh mikroorganisme menjadi senyawa yang lebih sederhana, dan hasil penguraian tersebut sebagai bentukan berupa sludge, karena sludge tersebut merupakan serangakaian kumpulan / gumpalan mikroorganisme, maka lumpur ini biasa disebut activated sludge (lumpur aktif). Kemudian activated sludge tersebut masuk ke clarifier untuk dipisahkan antara fase padat dan fase cair. Fase padat/lumpur, sebagian dirycle kembali ke bak aerasi sedangkan fase cairnya dibuang kesungai.
4.      HRD dan standar kepegawaian

a.                      Manager                                  = min S1, bertanggung jawab, berkepemimpinan, kepribadian baik, mampu mengkoordinir bawahan, mengerti akan semua proses jamur secara detail, sudah bekerja lama di dalam industri pengalengan jamur
b.                     Kepala Bagian QA                  = bergelar sarjana pertanian, min S1, mempunyai pengalaman kerja di bidang jamur cukup lama, bertanggung jawab, mampu berpendapat, berkepribadian yang baik, mampu memecahkan masalah, mampu menganalisa sebuah masalah, mampu bekerja sama
c.                      Kepala bagian produksi          = min S1, mempunyai pengalaman kerja di bidang pengalengan makanan , bertanggung jawab, berkepribadian yang baik, mampu berpendapat, mampu memecahkan masalah secara cepat, mampu bekerja sama
d.                     QA                                          = min SMA, mempunyai kepribadian baik, bertanggung jawab, mampu memberikan sebuah pendapat, mampu bekerja sama
e.                      Pengawas                                = pernah bekerja pada bidang tersebut, mampu memecahkan masalah dengan cepat, mampu menganalisa sebuah masalah, min SMA, mampu mengkoordinir pekerja untuk bekerja secara kompak, bertanggung jawab, berkepribadian yang baik, mampu bekerja sama
f.                      Staff accounting                     = min SMA, mampu mengoperasikan komputer, mampu menggunakan micosoft office terutama word, excel, dan powerpoint
g.                     PPIC                                       = bertanggung jawab, Min S1, mampu mengatur rencana pengeluaran se-efisien mungkin, mampu mengatur kebutuhan pesanan pelanggan, mampu mengatur rencana produksi agar bisa di koordinir kepada kepala bagian produksi, mampu bekerja sama

5.      Produk hasil olah dan sasaran peamakai
-          Produk olahan adalah jamur dalam kaleng, sirsak dalam kaleng, daun papaya dalam kaleng, cincau dalam kaleng, dll.
-          Saran pemakai adalah di ekspor ke Negara Amerika, Arab Saudi, Jepang, eropa.
6.      System pemasaran produk
System pemasaran produk pada pabrik dengan cara ada pesanan dari distributor sehingga bisa di lakukan produksi, dengan dead line yang telah di tentukan.
Adapun juga pemasaran yang di jual oleh agen – agen.