ZAT
PENGAWET MAKANAN
Zat pengawet makanan :
Senyawa fenol
Asam / asam sitrat
Carbonil
Asam cuka dapat dipakai sebagai pengawet acar dan natrium
propionat atau kalsium propionat dipakai untuk mengawetkan roti dan kue kering.
Garam natrium benzoat, asam sitrat, dan asam tartrat juga biasa dipakai untuk
mengawetkan makanan. Selain zat-zat tersebut, ada juga zat pengawet lain, yaitu
natrium nitrat atau sendawa (NaNO3) yang berfungsi untuk menjaga agar tampilan
daging tetap merah. Asam fosfat yang biasa ditambahkan pada beberapa minuman
penyegar juga termasuk zat pengawet.
Zat pengawet merupakan zat antimikroba yang sengaja
ditambahkan pada bahan makanan agar makanan tidak cepat rusak atau menjadi
busuk sawaktu didistribusikan dan disimpan dalam waktu yang cukup lama. Bahan
pengawet alami yang telah lama digunakan oleh masyarakat adalah gula, garam
dapur, asam jawa dan larutan asam cuka.
Berbagai minuman sari buah, minuman berkarbonat dan makanan
dalam kemasan kaleng atau plastik menggunakan asam benzoat atau natrium benzoat
sebagai bahan pengawet. Asam benzoat secara alami terkandung di dalam cengkeh
dan kayu manis.
Senyawa nitrit dan nitrat digunakan untuk mencegah tumbuhnya
bakteri pada produk daging olahan, sedangkan sulfur dioksida digunakan untuk
mengawetkan buah-buahan kering.
Antioksidan termasuk bahan pengawet yang digunakan untuk
mencegah oksidasi bahan makanan baik oleh udara maupun mikroorganisme.
Antioksidan juga dapat mencegah bau tengik pada makanan yang mengandung lemak
dan minyak, misalnya kornet, mentega dan minyak goreng. Beberapa zat
antioksidan yang digunakan dalam makanan kemasan diantaranya adalah: butil
hidroksianisol (BHA), butil hidroksitoluen (BHT), propilgalat (PG), asam
sitrat, asam etanoat, asam askorbat (vitamin C) dan tokoferol (vitamin E).
Chitosan adalah modifikasi dari senyawa chitin yang banyak
terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae seperti udang dan kepiting.
Khasiat kitosan sebagai bahan antibakteri dan kemampuannya untuk
mengimobilisasi bakteri tampaknya menjadikan kitosan dapat digunakan sebagai
pengawet makanan. Daya hambat khitosan terhadap bakteri tergantung dari
konsentrasi pelarutan khitosan. (Dari berbagai sumber)
0 comments:
Post a Comment