PT. EKA TIMUR RAYA
1.
Koimoditas perusahaan tempat prakerin PT.EKA TIMUR RAYA
Komoditas perusahaan PT.EKA TIMUR RAYA adalah jamur
dalam kaleng, sirsak dalam kaleng, daun papaya dalam kaleng, sayur lodeh dalam
kaleng, cincau dalam kaleng,. Banyak komoditas yang di produksi di pabrik. Namun
pada intinya hanya memproduksi makanan dalam kaleng. Produk utamanya hanya
jamur dalam kaleng. Jamur yang digunakan adalah jamur kancing, dan bentuknya
kecil-kecil.
2.
Penganan quality control perusahaan PT.EKA TIMUR RAYA
-
Quality control raw material
Quality control raw material bertugas menerima jamur datang
dan mengambil sampel untuk di uji. Pengujiannya meliputi brown spot, diameter,
kerusakan, dan lain-lain. Tugas nya jyuga bukan hanya mengujia saja, akan
tetapi juga mengecek kadar klorin pada air washer, mengecek kematangan,
mengecek ph.
-
Quality control semi produk
Tugasnya adalah mengontrol keadaan pada saat penimbangan
dengan ketentuan net weight tertentu, mengontrol isi dan mutu pada produk,
mengecek komposisi pada isi produk dengan standar tertentu.
-
Quality control seamer
Quality control seamer merupakan line yang penting,
karena proses seaming merupakan proses
ccp. Tugasnya adalah mengontrol double seam, mengontrol central suhu pada
produk setelah di exhausting, mengontrol suhu IT sebelum melakukan proses
steriliusasi.
-
Quality control can drying
Quality control can drying mengambil sample untuk
laboratorium yang nantinya akan di gunakan untuk pengecekan atau pengujian
lebih lanjut. Dan juga melakukan pengontrolan pada kerusakan setelah proses
sterilisasi sehingga tidak terjadi kesalahan pada saat pelabelan karena nbanyak
produk yang rusak yang masuk radar observasi
-
Quality control finnish good storage
Quality control FGS bertugas untuk menlakukan pengontrolan
terhadap pelabelan pada produk, sehingga produk akan terlabel dengan label yang
tepat, rapi. Adalagi tugasnya yaitu melakukan staffing distribusi produk untuk
di pasarkan.
-
Quality control warehouse
Bertugas untuk mengontrol dan mengecek barang – barang yang
baru datang ssebelum masuk dan di simpan pada gudang. Sehingga barang yang tersimpan
tersebut benar-benar telah lolos uji, dan layak di gunakan.
-
Quality control laboratorium
Bertugas untuk menguji produk yang kemarin di produksi,
dan melakukan inkubasi, kemudian setelah itu melakukan uji mite dan maggot. Dan
setelah itu melakukan penentuan status.
3. INSTALASI
PENGOLAHAN AIR LIMBAH
Sistem
instalasi pengolahan air limbah (IPAL) didasarkan atas :
a. Karakteristik
air limbah
b. Volume
buangan air limbah
c. Sistem
yang dipakai dalam pengolahan
d. Outlet
hasil pengolahan dan sludge handling
Pengawasan
terhadap mutu pengolahan air limbah terdiri dari :
a. Analisa
influent dan effluent
b. Analisa
kondisi lumpur aktif
Karakteristik
air limbah di PT EKA TIMUR RAYA, bila ditinjau dari hasil analisanya termasuk
dalam kategori limbah cair organic.Hal ini tampak pada kandungan beberapa parameter
logamnya. Data data parameter yang significan antara lain :
pH : 6.28
COD
(chemical oksigen demand) : 890 ppm
BOD
(biological oksigen demand) :
370,8 ppm
TDS
(total dissolved solid) :
1548 ppm
Detergent : 2.8 pp
Volume buangan limbah cair
Volume
buangan limbah cair yang dihasilkan berasal dari kegiatan pengolahan jamur yang
dikelola oleh PT EKA TIMUR RAYA sebesar 24300 m3/bulan atau setara 810m3/hari.
Jumlah air buangan tersebut berasal dari :
-
Proses pencucian jamur dari hasil panen pembenihan
-
Proses pemanasan jamur
-
Proses pembersihan peralatan yang habis digunakan
Sistem yang dipakai
pada instalasi pengolahan air limbah di PT EKA TIMUR RAYA
-
Pengolahan fisika (physical treathment)
-
Pengolahan biologi (biological treathment)
Untuk
mengaplikasikan sistem fisika-biologi tersebut, diperlukan beberapa instalasi
sebagai berikut :
-
Alat penyaring kasar (bar screen)
Alat
penyaring kasar ini bertujuan untuk menyaring air dari limbah padat seperti
sisa-sisa jamur atau daun yang terikut dalam aliran air.Alat penyaring kasar
disini berupa kawat kasa untuk menjebak limbah padat.
-
Bak equalisasi/bak pengendap limbah
Equalisasi
bukan merupakan suatu proses pengolahan limbah tetapi merupakan suatu cara /
teknik untuk meningkatkan efektivitasdari proses pengolahan selanjutnya.
Keluaran dari bak equalisai adalah parameter operasional bagi unit pengolahan
selanjutnya seperti flow, level/derajat kandungan polutan, temperature, padatan
dan sebagainya.
Kegunaan dari equalisasi
adalah :
a. Membagi
dan meratakan volume pasokan (influent) untuk masuk pada proses treatment
b. Meratakan
variable dan fluktuasi dari beban organic untuk menghindari shock loading pada
system pengolahan biologi.
c. Meratakan
pH untuk meminimalkan kebutuhan chemical pada proses netralisasi.
d. Meratakan
kandungan padatan untuk meminimalkan kebutuhan chemical pada proses koagulasi
dan flokulasi.
Sehinggadilihat dari
fungsinya tersebut, unit bak equalisasi sebaiknya dilengkapi dengan mixer, atau
secara sederhana konstruksi/peletakan dari pipa inlet dan outlet diatur
sedemikian rupa sehingga menimbulkan efek turbulensi. Idealnya pengeluaran
(discharge) dari equalisasi dijaga konstan selama periode 24 jam, biasanya
dengan cara pemompaan maupun cara lain yang memungkinkan.
-
Bak aerasi (aeration tank)
Aerasi
merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kontak antara udara dengan
air. Pada prakteknya, proses aerasi terutama bertujuan untuk meningkatkan
konsentrasi oksigen didalam air limbah. Peningkatan konsentrasi oksigen di
dalam air ini akan memberikan berbagai manfaat dalam pengolahan limbah.
Proses
aerasi sangat penting terutama pada pengolahan limbah yang proses pengolahan
biologinya memanfaatkan bakteri aerob. Dengan tersedianya oksigen yang
mencukupi selama proses biologi, maka bakteri-bakteri tersebut dapat bekerja
dengan optimal. Hal ni akan bermanfaat dalam penurunan konsentrasi zat organic
di dalam air limbah. Selain diperlukan untuk proses metabolism bakteri aerob,
kehadiran oksigen juga bermanfaat untuk proses oksidasi senyawa-senyawa kimia
di dalam air limbah serta untuk menghilangkan bau. Aerasi dapat dilakukan
secara alami, difusi maupun mekanik
Aerasi
alami merupakan kontak antara air dan udara yang terjadi karena pergerakan air
secara alami. Baberapa metode yang cukup popular digunakan untuk meningkatkan
aerasi alami antara lain menggunakan cascade aerator, waterfalls, maupun cone
tray aerator
Pada
aerasi secara difusi, sejumlah udara dialirkan kedalam air limbah melalui
diffuser. Udara yang masuk kedalam air limbah nantinya akan berbentuk
gelembung-gelembung
Aerasi
secara mekanik menggunakan proses pengadukan dengan suatu alat sehingga
memungkinkan terjadinya kontak antara air dengan udara.
-
Bak pengendap akhir (clarifier)
-
Bak pengering lumpur (drying beds)
URAIAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
Sistem
Fisika
Limbah
cair yang akan di olah masuk ke dalam bar screen (ada 2 tempat), akan dilakukan
pemisahan dari floating materialnya terhadap limbah cair. Limbah yang berasal
dari bar screen sudah bebas dari floating material akan masuk ke bak pengendap
pertama (bak equalisasi). Di bak pengendap ini adanya zat zat yang mudah
mengendap (seatable solid) akan mengendap dalam waktu 8 jam. Endapan/lumpur
yang terbentuk akan di pompa dan dikeringkan dibak pengering lumpur, sementara
limbah cairnya masuk ke pengolahan kedua, yaitu prose biologis.
Sistem Biologi
Pada
pengolahan kedua ini, limbah cair diuraikan oleh mikroorganisme menjadi senyawa
yang lebih sederhana, dan hasil penguraian tersebut sebagai bentukan berupa
sludge, karena sludge tersebut merupakan serangakaian kumpulan / gumpalan
mikroorganisme, maka lumpur ini biasa disebut activated sludge (lumpur aktif).
Kemudian activated sludge tersebut masuk ke clarifier untuk dipisahkan antara
fase padat dan fase cair. Fase padat/lumpur, sebagian dirycle kembali ke bak
aerasi sedangkan fase cairnya dibuang kesungai.
4.
HRD dan standar kepegawaian
a.
Manager =
min S1, bertanggung jawab, berkepemimpinan, kepribadian baik, mampu
mengkoordinir bawahan, mengerti akan semua proses jamur secara detail, sudah
bekerja lama di dalam industri pengalengan jamur
b.
Kepala Bagian QA =
bergelar sarjana pertanian, min S1, mempunyai pengalaman kerja di bidang jamur
cukup lama, bertanggung jawab, mampu berpendapat, berkepribadian yang baik,
mampu memecahkan masalah, mampu menganalisa sebuah masalah, mampu bekerja sama
c.
Kepala bagian produksi =
min S1, mempunyai pengalaman kerja di bidang pengalengan makanan , bertanggung
jawab, berkepribadian yang baik, mampu berpendapat, mampu memecahkan masalah
secara cepat, mampu bekerja sama
d.
QA =
min SMA, mempunyai kepribadian baik, bertanggung jawab, mampu memberikan sebuah
pendapat, mampu bekerja sama
e.
Pengawas =
pernah bekerja pada bidang tersebut, mampu memecahkan masalah dengan cepat,
mampu menganalisa sebuah masalah, min SMA, mampu mengkoordinir pekerja untuk
bekerja secara kompak, bertanggung jawab, berkepribadian yang baik, mampu
bekerja sama
f.
Staff accounting =
min SMA, mampu mengoperasikan komputer, mampu menggunakan micosoft office
terutama word, excel, dan powerpoint
g.
PPIC =
bertanggung jawab, Min S1, mampu mengatur rencana pengeluaran se-efisien
mungkin, mampu mengatur kebutuhan pesanan pelanggan, mampu mengatur rencana
produksi agar bisa di koordinir kepada kepala bagian produksi, mampu bekerja
sama
5.
Produk hasil olah dan sasaran peamakai
-
Produk olahan adalah jamur dalam kaleng, sirsak dalam
kaleng, daun papaya dalam kaleng, cincau dalam kaleng, dll.
-
Saran pemakai adalah di ekspor ke Negara Amerika, Arab
Saudi, Jepang, eropa.
6.
System pemasaran produk
System pemasaran produk pada pabrik dengan cara ada
pesanan dari distributor sehingga bisa di lakukan produksi, dengan dead line
yang telah di tentukan.
Adapun juga pemasaran yang di jual oleh agen – agen.
0 comments:
Post a Comment