Sunday, May 4, 2014

Bahaya Pemanis Buatan

Sakarin merupakan garam natrium dari asam sakarin. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 200-700 kali gula. Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide, Glucid, Garantose, Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling murah dibanding dengan pemanis buatan lainnya. Karena itu, sakarin banyak digunakan pedagang kecil. Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Siklamat dan sakarin dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan migrain. Siklamat memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya tremor, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, dan kanker otak. *Sorbitol, suatu poliol (alkohol gula), bahan pemanis yang ditemukan dalam berbagai produk makanan. Rumus kimiawi C6H14O6, struktur molekulnya mirip dengan glukosa, hanya gugus aldehide pada glukosa diganti menjadi gugus alkohol. Kemanisan sorbitol sekitar 60% dari kemanisan sukrosa (gula tebu) dengan ukuran kalori sekitar sepertiganya. Rasanya lembut di mulut dengan rasa manis . orbitol dapat mengakibatkan nyeri pada perut, dan diare. Sorbitol juga dapat memperburuk Sindrom usus Bahkan karena tidak diet sorbitol, sel memproduksi sorbitol alami.Bila terlalu banyak sorbitol dihasilkan di dalam sel, dapat menyebabkan kerusakan.
Makanan manis yang dikombinasikan dengan warna-warna menarik sungguh membuat anak kecil tertarik. Apalagi kalau makanan itu empuk sehingga mudah dikunyah. Belum lagi kalau dibentuk sebagai minuman dingin yang dibekukan, seperti es krim atau serbuk es yang dituangi sirup.

Meski banyak digemari anak-anak, makanan manis yang banyak dijual di pasaran ini perlu diwaspadai. Pasalnya, banyak produk makanan, terutama produk industri rumah tangga, yang menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti gula.

Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) RI Dedi Fardiaz mengungkapkan, di Indonesia masih banyak permasalahan terkait dengan penggunaan pemanis buatan. Meski sudah ada ketentuan batas maksimum yang diizinkan, penggunaan pemanis buatan masih sering dilakukan semena-mena melebihi batas maksimum yang diperbolehkan.

Produk-produk yang melanggar ketentuan ini, menurut Dedi, umumnya dibuat oleh para perajin dan pedagang makanan jajanan serta industri rumah tangga yang belum mendapat pembinaan atau penyuluhan.

Pemakaian pemanis buatan banyak dipakai pedagang kecil dan industri rumahan karena dapat menghemat biaya produksi. Harga pemanis buatan jauh lebih murah dibandingkan dengan gula asli. Pemanis buatan hanya sedikit ditambahkan untuk memperoleh rasa manis yang kuat.

Hasil kajian terbatas yang dilakukan Badan POM di beberapa sekolah dasar (SD) di Malang, Jawa Timur, menemukan ada konsumsi pada level yang tidak aman pada penggunaan bahan pemanis buatan sakarin dan siklamat. Dari anak-anak SD yang diteliti, ada konsumsi siklamat mencapai 240 persen dari nilai ADI (acceptable daily intake).

Sedangkan konsumsi sakarin ditemukan sebesar 12,2 persen nilai ADI. ADI diartikan sebagai jumlah maksimum senyawa kimia yang bisa dikonsumsi setiap hari secara terus-menerus tanpa menimbulkan risiko pada kesehatan. Senyawa kimia yang dimaksud adalah bahan tambahan pangan dan pemanis buatan. Nilai ADI dinyatakan dalam miligram per kilogram berat badan.

Badan POM hanya melakukan kajian terhadap siklamat dan sakarin karena disinyalir pemanis buatan ini digunakan tanpa batas oleh pedagang jajanan anak sekolah. Sakarin dan siklamat harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan pemanis lainnya, seperti aspartam, acesulfam, alitam, dan neotam.

Overdosis

Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjajarta mengatakan, hasil temuan Badan POM itu belum memperhitungkan faktor toksisitas sinergis.

Menurut Marius, asupan terhadap pemanis buatan bukan hanya berasal dari makanan, tetapi dapat juga berasal dari rokok, kosmetik, food suplement, produk-produk farmasi, termasuk resep dokter yang diracik dengan tambahan pemanis buatan.

Karena tidak mempertimbangkan toksisitas sinergis, maka level yang aman untuk penggunaan pemanis buatan hanya 45 persen nilai ADI. Siklamat pada manusia mempunyai nilai ADI maksimun 11 mg/kg berat badan (BB). Jadi kalau pada anak ditemukan siklamat 240 persen ADI, berarti kandungan pemanis buatan itu sudah mencapai 240 persen/0,45 = 533,3 persen. Jika dikonversikan, berarti kandungan siklamat sebesar 5,333 x 11 mg/kg = 58,63 mg/kg BB.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Institut Pertanian Bogor, Eddy Setyo Mudjajanto, yang mendalami soal pemanis buatan mengatakan, di Amerika dan Jepang penggunaan siklamat sudah dilarang. Demikian juga dengan sebagian besar negara-negara di Eropa.

Sedangkan untuk sakarin, meski tidak dilarang di Amerika dan Jepang, tetapi penggunaannya mulai banyak berkurang karena keamanannya dianggap meragukan. Pada hewan percobaan, sakarin dianggap bisa menimbulkan kanker kandung kemih.

Sementara menurut Marius, penggunaan siklamat juga sudah dilarang di ASEAN, kecuali Indonesia yang masih membolehkan siklamat. Jumlah jenis pemanis buatan yang digunakan di masing-masing negara ASEAN berkisar dua-lima jenis. Sedangkan di Indonesia ada 13 jenis pemanis buatan yang diizinkan penggunaannya dalam produk-produk pangan.

Ketigabelas jenis pemanis buatan itu adalah aspartam, acesulfam-K, alitam, neotam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan isomalt serta lima lagi yang termasuk ke dalam kelompok poliol, yaitu xilitol, maltitol, manitol, sorbitol, dan laktitol.

Hanya untuk diet

Penggunaan pemanis buatan memang tidak bisa dilakukan sembarangan. Menurut Eddy, pemanis buatan sebetulnya hanya boleh dikonsumsi oleh orang yang sedang diet gula (penderita diabetes melitus).

?Makanan tradisional buatan home industry yang menggunakan pemanis buatan jelas melanggar aturan. Pasalnya, pemanis buatan bukan untuk konsumsi orang sehat,? tutur Eddy.

Eddy menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih makanan, terutama makanan yang mempunyai rasa manis, agar terhindar dari pemanis buatan. Ada beberapa ciri dari produk yang menggunakan pemanis buatan, yaitu :

Makanan/minuman yang diberi pemanis buatan mempunyai rasa pahit ikutan (after taste), terutama sakarin.

Minuman yang diberi pemanis buatan lebih encer dibandingkan dengan minuman yang menggunakan gula.

Beda Siklamat dan Sakarin

Siklamat adalah pemanis buatan yang masih populer di Indonesia. Pemanis buatan ini merupakan garam natrium dari asam siklamat.

Bedanya dengan sakarin, siklamat menimbulkan rasa manis tanpa rasa ikutan (tidak ada after taste-nya). Sifat siklamat sangat mudah larut dalam air dan mempunyai tingkat kemanisan 30 kali gula. Dalam perdagangan dikenal sebagai Assugrin, Sucaryl, dan Sucrosa.

Sedangkan sakarin merupakan garam natrium dari asam sakarin. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 200-700 kali gula. Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide, Glucid, Garantose, Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling murah dibanding dengan pemanis buatan lainnya. Karena itu, sakarin banyak digunakan pedagang kecil.

Pemanis buatan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Siklamat dan sakarin dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan migrain. Siklamat memunculkan banyak gangguan bagi kesehatan, di antaranya tremor, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, dan kanker otak.

Thursday, February 27, 2014

industri rumah tangga

PANTI SEJAHTERA LOCAL


            Komoditas perusahaan saya adalah sebuah produk yang mengangkat bahan makanan berasal dari daerah sendiri yaitu ubi talas, singkong, ubi ungu, dan pisang.  Kenapa saya hanya memakai bahan – bahan lokal saja? karena saya ingin mengangkat nilai jual dari produk lokal sehingga dapat terkenal dan di akui di semua kalangan maupun daerah. Produk yang akan kami buat di anataranya adalah stik talas, kripik talas, kripik singkong, tepung singkong, kripik ubi ungu, tepung ubi ungu, kripik pisang, bakpia pisang. Produk yang akan kami unggulkan di sini adalah kripik talas, kripik singkong, dan bakpia pisang, karena produk – produk seperti di atas telah mempunyai image yang bagus di pasaran. Apalagi untuk bakpia, bakpia merupakan makanan khas provinsi Yogyakarta. Namun di sini saya ingin menginovasi isi bakpia tersebut dengan menggunakan pisang. Pisang yang akan saya gunakan adalah pisang pilihan, dengan syarat utama tanpa isi, dan rasanya tidak sepet. Untuk kripik nya sendiri, saya hanya akan menambahkan suatu rasa saja seperti balado, sapi panggang, atau yang lainnya. Untuk warna tetap akan menggunakan warna asli dari kunyit yaitu warna kuning.
Adapun beberapa ulasan tentang bahan baku tersebut, yaitu:
-          Talas
Talas atau talas bogor (Colocasia giganteum Hook., suku talas-talasan atau Araceae) merupakan tumbuhan penghasil umbi, populer ditanam terutama di wilayah Indonesia bagian barat. Talas mirip dengan taro namun menghasilkan umbi yang lebih besar.
Daun talas berbentuk perisai yang besar. Daun ini dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan. Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya kedap air karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun. Daunnya juga sebagai pakan ikan gurame.
Umbi talas dapat diolah dengan dikukus, direbus, atau digoreng setelah dipotong-potong kecil. Daun talas dapat dipakai sebagai pembungkus. Daun talas juga dapat dimakan dan dijadikan pembungkus makanan yang dikenal sebagai buntil.
-          Singkong
Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Umbi singkong dapat dimakan mentah. Kandungan utamanya adalah pati dengan sedikit glukosa sehingga rasanya sedikit manis. Pada keadaan tertentu, terutama bila teroksidasi, akan terbentuk glukosida racun yang selanjutnya membentuk asam sianida (HCN). Sianida ini akan memberikan rasa pahit. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar racun.
Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:
·         Kalori 121 kal
·         Air 62,50 gram
·         Fosfor 40,00 gram
·         Karbohidrat 34,00 gram
·         Kalsium 33,00 miligram
·         Vitamin C 30,00 miligram
·         Protein 1,20 gram
·         Besi 0,70 miligram
·         Lemak 0,30 gram
·         Vitamin B1 0,01 miligram
-          Ubi  ungu
Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanamanbudidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.
Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih diperdebatkan,Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia. Proposal ini banyak ditentang karena bertentangan dengan fakta-fakta klimatologi dan antropologi.
Ubi jalar ungu biasanya dipandang sebagai makanan yang kampungan atau ndeso. Walaupun makanan ndeso dan kampungan banyak manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari ubi ini, bahkan sangat jauh dari makanan modern sekarang ini ( fast food).

Ubi jalar ungu mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20%. Dia juga merupakan sumber karbohidrat dan sumber kalori yang cukup tinggi. Ditambah dengan sumber vitamin dan mineral, vitamin yang terkandung dalam ubi jalar antara lain vitamin A, vitamin C, thiamin (vitamin B1), dan riboflavin. Sedangkan mineral dalam ubi jalar diantaranya adalah zat besi (Fe), fosfor (P), dan kalsium (Ca).

Kandungan lainnya adalah protein, lemak, serat kasar dan abu. Total kandungan pigmen warna ungu ( antosianin ) bervariasi pada setiap tanaman dan berkisar antara 20 mg/100 g sampai 600 mg/100 g berat basah. Total kandungan antosianin ubi jalar ungu adalah 519 mg/100 g berat basah.

berikut ini beberapa manfaat ubi ungu untuk kesehatan :
o   antosianin pada ubi ungu bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat menyerap polusi udara, oksidasi dalam tubuh dan menghambat penggumpalan darah sehingga kesehatan aliran darah lebih lancar.
o    kandungan betakaroten, vit E dan C bermanfaat sebagai antioksidan pencegah kanker dan beragam penyakit kardiovaskuler.
o   serat dan pektin dalam ubi ungu sangat baik untuk mencegah gangguan pencernaan seperti wasir, sembelit hingga kanker kolon.
o   antosianin ubi ungu juga memiliki fungsi fisiologis misal antioksidan, antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke.
o   kandungan aktif zat selenium dan iodin dua puluh lebih tinggi dari pada ubi lainnya, sehingga ubi jalar ungu dapat menjadi anti kanker.
o   ubi ungu memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri 2,5 dan 3,2 kali lebih tinggi dari pada beberapa varietas "blueberry"
o   selain itu dapat dijadikan sebagai sumber kabohidrat bagi tubuh dan sebagai pewarna makanan yang alami.
-          Pisang
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.
Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas pisang penghasil buah konsumsi serta kerabatnya yang berkaitan.
Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.
Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.
Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.
Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.
Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya.
Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.
Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.
Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.
Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).
Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin.Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.
Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.
2      Penanganan kualitas
Karena ini masih home industri, Saya hanya mengontrol pada saat bahan baku datang bagaimanakah kondisinya, bagaimanakah kondisi dari bahan baku tersebut, bagaimana kah ukurannya ( disini terjadi proses sortasi dan gradding ), bagaimana mutu bahannya, dan lain – lain. Sehingga dari proses tersebut bisa menggolongkan bahan yang bermutu baik sendiri, bahan yang bermutu sedang, dan bahan yang bermutu jelek.
Berikut beberapa kriterianya :
-          Bahan bermutu baik
o   Talas :
§  Cacat tidak boleh dari 25%
§  Yang memiliki tunas kecil
§  Kondisi visual yang bagus
o   Singkong
§  Cacat tidak boleh lebih dari 30%
§  Kondisi visual yang bagus
§  Tidak terlalu tua
§  Tidak terdapat bagian kayu
o   Ubi ungu
§  Cacat tidak boleh lebih dari 20%
§  Ukuran tidak terlalu besar
§  Kondisi visual yang bagus
o   Pisang
§  Masih muda ( untuk kripik )
§  Setengah matang ( untuk isi bakpia )
§  Tanpa biji
§  Rasanya tidak sepet

-          Bahan bermutu sedang
o   Talas
§  Cacat sekitar 30-40%
§  Tidak memiliki tunas muda
§  Sedikit bagian yang busuk sekitar 10%
o   Singkong
§  Cacat sekitar 35-45%
§  Bagian kayunya 20%
o   Ubi ungu
§  Cacat sekitar 25%
§  Tidak ada bagian yang busuk
o   Pisang
§  Kripik : setengah matang
§  Isi bakpia : matang 75%

-          Bahan yang bermutu jelek
o   Talas
§  Cacat 50%
§  Busuk 20%
§  Tidak memiliki tunas
§  Bagian tidak utuh
o   Singkong
§  50% bagian kayu
§  Cacat
o   Ubi ungu
§  Bagian tidak utuh
§  Busuk
§  Cacat
o   Pisang
§  Kripik : matang 75%
§  Isi bakpia : matang 100%

3      Instalasi pengolahan limbah
Limbah berwujud padat yaitu kulit dari talas, singkong, ubi ungu, dan pisang serta bagian – bagian yang busuk dari bahan baku. Limbah tersebut nanti akan di jadikan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Pupuk tersebut tidak di olah oleh saya sendiri, namun saya bekerja sama dengan orang yang bisa membuat pupuk organik dengan saya menyediakan bahan bakunya, dan mereka yang mengolah prosesnya. Pupuk ini sangat baik untuk tanaman karena bahan – bahannya alami dan memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap untuk tanaman.

4      Perekrutan pegawai
Saya tidak menentukan jenjang pendidikan untuk pegawai saya, namun ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi, yaitu :
-          Bertanggung jawab
Ini sangat di perlukan pada saat bekerja, karena saat di melakukan pekerjaan tersebut dia harus mampu bertanggung jawab dengan semua yang telah dia kerjakan
-          Ulet
Pekerja ulet akan menghasilkan produk yang memuaskan sehingga hasil produk yang memuaskan tersebut akan memberi sensai kesan yang berbeda untuk konsumen
-          Pekerja keras
Sifat ini harus di miliki untuk mencapai tujuan tertentu, karena untuk mencapai titik teratas haruslah kerja keras

-          Amanah
Sifat ini adalah sifat yang paling sulit untuk di cari. Karena tidak semua orang memilikinya. Sifat ini sangat berhubungan erat dengan bertanggung jawab. Sifat ini akan sangat berguna di saat saya tidak dapat memantau kerja mereka, sehingga apabila pekerja memiliki sifat tersebut akan lebih mudah untuk menaruh kepercayaan

-          Jujur
Jujur juga ada kaitanyan dengan sifat amanah, dan bertanggung jawab. Karena ketiga sifat tersebut adalah satu kesatuan sehingga dapat terbentuk yang namanya kepercayaan
Adapun juga beberapa jabatan yang harus di isi meliputi :
o   Marketing                          : minimal lulusan smk jurusan marketing, jujur, ulet, dan bertanggung jawab
o   Pembuatan atau produksi : minimal sma, jujur, ulet, pekerja keras, bertanggung jawab
o   Pengontrol bahan datang  : minimal smk jurusan teknik pangan, ulet, jujur, dan bertanggung jawab
o   Pengawas                          : memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun.

5      Produk hasil olah dan sasaran pemasaran
-          Produk hasil olah
o   Stik talas
o   Kripik talas
o   Kripik singkong
o   Tepung singkong
o   Kripik ubi ungu
o   Tepung ubi ungu
o   Kripik pisang
o   Bakpia pisang

-          Sasaran pemasaran
o   Daerah sekitar
o   Pengunjung daerah sekitar
o   Luar kota

6      Sistem pemasaran produk
Sistem pemasaran yang kami lakukan adalah dengan memenuhi pesanan dari buyer atau pelanggan, kemudian kita distribusikan kepada mereka dengan memberi kebijakan tertentu agar pelanggan tidak lari dari kita sehingga pemasaran dapat berjalan dengan baik.